Panduan Pengelolaan Study Visit (Kunjungan Belajar Ke Kelompok Kerja Dan Ke Sekolah)

I. PENDAHULUAN 


A. Latar Belakang 
            Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2008, pasal 47 ayat 4 mengamanatkan bahwa pengembangan dan peningkatan kompetensi bagi Guru yang sudah memiliki Sertifikat Pendidik dilakukan dalam rangka menjaga agar kompetensi keprofesiannya tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya dan/atau olah raga. Satu cara untuk melakukannya adalah dengan menggunakan kelompok kerja-kelompok kerja pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah ada sebagai media. Dalam program BERMUTU media ini diberdayakan fungsinya sehingga setelah melaksanakan program BERMUTU diharapkan KKG/MGMP/MKKKS/MKPS/KKKS/KKPS menjadi kelompok kerja yang aktif dalam meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). 

            Peningkatan profesionalisme PTK merupakan visi Ditjen PMPTK. Secara lengkapnya visi Ditjen PMPTK tersebut adalah “Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Profesional dan Bermartabat”. Salah satu ciri yang selalu melekat dalam seseorang yang profesional adalah mampu mempertunjukkan kompetensinya. Program pemerintah untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) adalah program BERMUTU. Tujuan program BERMUTU adalah untuk mendukung upaya peningkatan kualitas dan kinerja pendidik (guru) melalui peningkatan penguasaan materi pembelajaran dan keterampilan mengajar di kelas. Tujuan ini dapat tercapai salah satunya melalui peningkatan pengembangan profesional berkelanjutan.
Peningkatan pengembangan profesional berkelanjutan bagi tenaga PTK dapat dilaksanakan melalui kegiatan belajar yang dilaksanakan di kelompok kerja. Kegiatan belajar di kelompok kerja dalam program BERMUTU ditandai dengan ketercapaian sejumlah indikator. Indikator keberhasilan program BERMUTU di tingkat kelompok kerja KKG/MGMP adalah: (1) pengembangan kurikulum dan silabus; (2) pengembangan RPP; (3) pelaksanaan kajian kritis; (4) pengembangan analisis butir soal dan bank soal; (5) pelaksanaan penelitian tindakan kelas; (6) penulisan jurnal belajar; (7) pemantauan kualitas guru; dan (8) pemetaan kompetensi guru.
Upaya peningkatan pengembangan professional berkelanjutan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara tersebut adalah melalui kegiatan study visit atau kunjungan belajar ke objek belajar, dengan tujuan untuk mempelajari aspek-aspek yang dianggap lebih baik yang dimiliki oleh objek belajar tersebut.
            Study visit dilaksanakan untuk memberikan wawasan kepada peserta belajar di kelompok kerja mengenai pengalaman praktis terbaik orang lain yang melakukan kegiatan yang sama (kegiatan KKG/MGMP/MKKS/KKKS/MKPS/KKPS) dan implementasi hasil kegiatan tersebut di sekolah. Dengan melakukan study visit diharapkan peserta belajar di kelompok belajar dapat mengembangkan kinerjanya masing-masing sesuai tugas dan fungsinya di sekolah. 

B. Tujuan 
1. Tujuan umum
Tujuan umum penyusunan Panduan Pengelolan Study Visit ini adalah untuk memberikan kemampuan kepada guru/kepala sekolah/ pengawas sekolah pemandu dalam mengelola study visit.
2. Tujuan khusus
Setelah mempelajari panduan ini, guru/kepala sekolah/ pengawas sekolah pemandu diharapkan dapat:
1. merencanakan program study visit;
2. melaksanakan program study visit;
3. membuat laporan pelaksanaan program study visit;
4. membuat program tindak lanjut hasil study visit.

C. Landasan Hukum 
Penyusunan Panduan Pelaksanaan Study Visit ini merujuk pada beberapa dasar hukum sebagai berikut. 
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
5. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;
6. Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Kepala Sekolah;
7. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Pengawas;


II. STUDY VISIT


A. Pengertian
Study visit merupakan suatu kegiatan kunjungan belajar dengan tujuan untuk mempelajari aspek-aspek yang dianggap lebih baik dan lebih berhasil yang dilakukan oleh Kelompok kerja atau sekolah dalam mengelola kegiatan pembelajaran. 
Dalam proses pengelolaan study visit, kelompok kerja yang akan belajar kepada kelompok lain yang dianggap lebih berhasil terjadi proses identifikasi aspek yang dianggap perlu ditingkatkan, identifikasi kelompok-kelompok lain yang mempunyai kelebihan di aspek yang serupa dengan hasilnya, dan lebih penting lagi, bagaimana mereka melakukannya.
Hal ini memungkinkan kelompok kerja mengembangkan rencana bagaimana membuat perbaikan atau mengadaptasi praktik terbaik tertentu, biasanya dengan tujuan meningkatkan beberapa aspek kinerja. Proses pembandingan dalam study visit mungkin dilakukan satu kali, tetapi sering dianggap sebagai suatu proses yang berkesinambungan di mana kelompok kerja terus berusaha untuk meningkatkan praktik-praktik mereka.
Secara sederhana pengelolaan study visit, terdiri atas tiga tahap yaitu perencanaan, pelakasanaan, dan pelaporan. Perencanaan dapat dituangkan dalam sebuah panduan. Rancangan kegiatan untuk study visit, yang dibuat secara rinci dan matang akan lebih mendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan dimaksud.

B. Pengelolaan Kegiatan Study Visit
Pengelolaan sering dikenal dengan kata manajemen. Menurut Ricky W.Griffin, manajemen atau pengelolaan didefinisikan sebagai sebuah proses perencanaan, penggorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran atau tujuan secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan atau tepat guna, sedangkan efisien (daya guna) berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisis, dan sesuai dengan jadwal yang direncanakan/ditentukan.
Dalam mengelola suatu kegiatan hendaknya menggunakan fungsi-fungsi manajemen. Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses pengelolan yang dijadikan acuan oleh pengelola dalam melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Henry Fayol mengemukakan tiga fungsi utama dalam manajemen, yaitu sebagai berikut.
1. Perencanaan (planning); dalam fungsi ini pengelola kegiatan harus memikirkan apa yang akn dikerjakan dengan sumber daya yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan kegiatan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya tidak dapat berjalan.
2.Pengorganisasian (organizing); pengorganisasian merupakan kegiatan yang berhubungan dengan tindakan-tindakan menentukan sumber daya dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk pencapaian tujuan kegiatan. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggungjawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
Untuk kemudahan kegiatan actuating (pelaksanaan) dan coordinating (koordinasi) digabung ke dalam kegiatan pengorganisasian.

3. Pengendalian (controlling); kegiatan pengendalian merupakan kegiatan pengawasan untuk memastikan semua rancangan kegiatan yang dilaksanakan diupayakan sesuai dengan rencana.


III. PENGELOLAAN STUDY VISIT


A. Perencanaan
Dari pengelolaan study visit, perencanaan merupakan tahap yang jika dilakukan dengan cermat akan mendukung keberhasilan kegiatan study visit. Beberapa hal yang perlu dilakukan di tahapan ini adalah sebagai berikut. 
1. Menentukan Aspek Yang Akan Dipelajari 
Inti tujuan dari Study Visit adalah untuk memperbaiki kinerja KKG/MGMP/MKKS/MKPS/KKKS/KKPS. Dengan demikian dasar untuk mengembangkan program selayaknya berasal dari hasil evaluasi diri. 
a. Buatlah daftar aspek yang perlu ditingkatkan dan akan dipelajari melalui Study Visit dari hasil pemetaan kompetensi (TNA) atau evaluasi diri masing-masing guru/kepala sekolah/pengawas pemandu, guru/kepala sekolah/pengawas peserta belajar, dan pengelola kelompok kerja. 
b. Susunlah daftar tersebut berdasarkan skala prioritas dan pilihlah satu atau dua aspek yang paling diperlukan.
c. Petakanlah aspek apa saja yang akan dipelajari oleh masing-masing orang berdasarkan daftar skala prioritas melalui diskusi di kelompok kerja. 
d. Kelompokanlah hasil pemetaan tersebut ke dalam beberapa aspek saja sehingga study visit mudah dikelola. Misalnya kelompok yang akan mempelajari pembelajaran PAIKEM, PTS, atau pengelolaan sarana prasaran untuk kegiatan on-service. 
e. Rincilah informasi dan dokumen yang diperlukan dari pihak yang akan dikunjungi. Tentukan cara informasi tersebut akan diperoleh. Misalnya melalui pengamatan atau wawancara.

2. Menentukan Sasaran Study Visit 
Satu tujuan study visit adalah belajar dari keberhasilan pihak yang dikunjungi. Informasi yang layak digali diantaranya adalah sebagai berikut.
a. Indikator Keberhasilan
Galilah indikator pengalaman berhasil yang dimiliki pihak yang dikunjungi sehingga bisa dikategorikan berhasil. Informasi ini akan membantu peserta study visit untuk menentukan keberhasilan implementasi rencana tindak hasil study visit terhadap peningkatan kinerja masing-masing peserta kunjungan. 
b. Faktor Keberhasilan
1) Galilah faktor-faktor yang memungkinkan pihak yang dikunjungi memperoleh pengalaman berhasil.
2) Gali pula bagaimana hal itu bisa mendukung diperolehnya pengalaman berhasil. Faktor-faktor tersebut bisa meliputi aspek akademis maupun non-akademis. Boleh jadi faktor-faktor keberhasilan itu tidak dimiliki peserta kunjungan dan kelompok kerja Anda, tetapi paling tidak informasi yang diperoleh bisa menjadi inspirasi. 
3) Berdiskusilah dengan mereka bagaimana faktor-faktor potensial yang saat ini Anda miliki bisa mewujud menjadi faktor pendukung. 
c. Faktor Penghambat
1) Mintalah informasi mengenai faktor penghambat atau masalah yang dihadapi, cara mereka menyelesaikan, dan hasil yang diperoleh. 
2) Identifikasi hal yang berpotensi menjadi masalah yang mungkin muncul saat Anda melaksanakan rencana tindak untuk meningkatkan kinerja Anda. Diskusikan pula bagaimana hal yang berpotensi menjadi masalah tersebut diatasi. Cara mereka menyelesaikan masalah dapat menjadi alternatif penyelesaian yang layak dipertimbangkan digunakan jika masalah itu terjadi pada Anda dan di kelompok kerja Anda. 
d. Buatlah daftar calon sekolah dan kelompok kerja yang akan dikunjungi berdasarkan kebutuhan masing-masing kelompok. Gali informasi apa yang menjadi keunggulan (pengalaman berhasil) masing-masing dan tentukanlah sasaran mana yang akan dikunjungi sesuai kebutuhan. 
e. Hubungi, koordinasikan, dan pastikan sekolah atau kelompok kerja mana yang dapat menerima study visit Anda.
3. Survey/Koordinasi dengan Sasaran Study Visit
a. Lakukan koordinasi dan jika memungkinkan survey kepada pihak yang akan dikunjungi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan study visit.
b. Hubungi dan koordinasikan dengan pihak yang akan dikunjungi mengenai :
1) hal-hal yang ingin dipelajari, misalnya pembelajaran PAIKEM dan pengelolaan sarana dan prasarana pembelajaran di kelompok kerja; 
2) jenis kegiatan yang ingin dilakukan misalnya wawancara dengan pengelola kelompok kerja, pengamatan pembelajaran di kelas berapa dan berapa kelas yang diperlukan (sesuaikan dengan jumlah anggota kelompok yang ingin mempelajari PAIKEM); 
3) dokumen yang diperlukan; dan
4) waktu dan lama kunjungan; 
5) alur kegiatan dalam kunjungan dsb. 
4. Persiapan Teknis Pelaksanaan
Agar study visit efektif dan mudah dikelola sebaiknya teknis pelaksanaan direncanakan dengan baik. Hal-hal yang perlu dirancang diantaranya adalah sebagai berikut.
a. Transportasi
1) Tentukan bagaimana cara menuju ke lokasi kunjungan, bersama-sama atau masing-masing langsung menuju ke lokasi.
2) Sepakati waktu keberangkatan dan waktu keterlambatan yang dapat ditoleransi sehingga lebih dari waktu itu peserta harus berangkat sendiri ke lokasi kunjungan. 
3) Tentukan waktu berkumpul di lokasi kunjungan jika disepakati peserta tidak berangkat bersama-sama.
b. Waktu dan lama kunjungan
1) Diskusikan waktu dan lama kunjungan sesuai dengan kebutuhan objek (apa yang akan dipelajari) dan kegiatan yang perlu dicermati. 
2) Koordinasikan hasil diskusi dengan pihak yang akan dikunjungi agar terdapat kesepakatan. 
c. Perlengkapan yang perlu disiapkan
1) Cermati hal yang akan dipelajari dan tentukan perlengkapan yang perlu disiapkan. Misalnya, jika objek kajiannya adalah mencermati keberhasilan pembelajaran PAIKEM perlengkapan yang perlu disiapkan diantaranya instrumen analisis RPP (lampiran 5a,5b), instrumen observasi pembelajaran (lampiran 5c,5d), panduan wawancara (lampiran 3b), dan jika diperlukan alat perekam untuk wawancara dan video dsb. 
2) Sepakati pembagian tugas untuk menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. 
d. Jadwal Kegiatan dan Pembagian Tugas
1) Susunlah jadwal kegiatan yang cukup rinci sehingga tampak jelas alur kegiatan yang akan dilaksanakan. (lihat lampiran 3). 
2) Perlihatkan dalam jadwal siapa melakukan apa, perlengkapan yang diperlukan, dan tagihannya (produk yang dihasilkan). 
5. Menyusun Program Study Visit
a. Susunlah program dari semua informasi dan kesepakatan yang diperoleh. Cara membuat program dan contoh program bisa dipelajari di lampiran 1 dan 2. 
b. Bagikan program study visit pada saat penjelasan teknis pelaksanaan. Panduan 



6. Penjelasan Teknis Pelaksanaan
a. Lakukan penjelasan teknis pelaksanaan atau briefing beberapa hari sebelum study visit dilaksanakan agar peserta paham betul kegiatan yang akan dilaksanakan. 
b. Informasikan hal-hal sebagai berikut. 
1) tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan selama study visit
2) data yang harus dikoleksi dan cara yang akan digunakan misalnya observasi, koleksi dokumen seperti silabus, RPP atau wawancara 
3) tugas setiap peserta atau kelompok termasuk cara mengolah dan menganalisis data yang dkumpulkan. 
4) Cara pengolahan dan analisis data sehingga bisa langsung menjadi laporan pelaksanaan. 
5) perlengkapan yang perlu disiapkan dan petugas yang akan menyiapkannya. 
6) waktu dan lokasi keberangkatan jika akan berangkat bersama-sama atau waktu berkumpul di lokasi kunjungan jika akan berangkat sendiri-sendiri. 

B. Pelaksanaan
Pada dasarnya, pelaksanaan Study Visit adalah melaksanakan rencana yang dituangkan dalam program sebaik mungkin. Agar study visit dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana beberapa hal yang layak diperhatikan adalah sebagai berikut.
1. Usahakan tepati jadwal yang sudah direncanakan mulai dari keberangkatan, pelaksanaan setiap kegiatan, sampai waktu pulang.
2. Jaga komunikasi antara ketua rombongan dengan orang yang dapat dihubungi (contact person) dari tempat yang akan dikunjungi.
3. Jaga komunikasi antara koordinator kelompok untuk memantau kegiatan yang diikuti peserta agar sesuai dengan rencana terutama waktu untuk setiap kegiatan. 
4. Lakukan penyesuaian jika ada waktu kegiatan yang kurang sesuai dengan rencana agar tidak mengganggu kegiatan study visit secara keseluruhan. 
C. Pelaporan
Hasil study visit perlu segera diolah dan dianalisis sehingga bisa disusun rencana tindak yang akan membantu meningkatkan kinerja individu dan kelompok kerja. Sistematika laporan pelaksanaan study visit bisa dicermati pada lampiran. 
1. Diskusi Analisis Hasil Study Visit
a. Diskusikan hasil pengolahan dan analisis data agar setiap peserta study visit bisa mengutuhkan pemahaman mereka dengan belajar dari pemahaman anggota kelompok lainnya. 
b. Bagilah informasi hasil diskusikan kelompok kepada kelompk lainnya agar setiap peserta dapat belajar dari pengalaman kelompok lain. 
c. Berilah masukan sebagai kontribusi Anda kepada sejawat dalam menyusun rencana tindak mereka.
2. Menyusun Laporan Hasil Study Visit
Susunlah hasil analisis dan diskusi ke dalam laporan kelompok kecil misalnya kelompok yang mempelajari pembelajaran PAIKEM. Contoh laporan dapat disimak pada lampiran ….

D. Rencana Tindak
Study visit hanya bermakna jika apa yang dipelajari berdampak terhadap peningkatan kinerja individu atau kelompok kerja. Untuk itu hasil study visit harus dituangkan ke dalam rencana tindak individu atau rencana tindak kelompok kerja. Rencana tindak kelompok kerja bisa merupakan tindak lanjut kelompok pengelola atau sebagai fasilitasi pengelola untuk mendukung pelaksanaan rencana tindak individu yang perlu dilaksanakan di kelompok kerja. 
a. Identifikasi dan buatlah daftar hal-hal yang dipelajari dari study visit.
b. Buatlah skala prioritas dari daftar tersebut.
c. Tentukan dari daftar di muka, mana dan berapa banyak yang akan segera ditindaklanjuti serta rancanglah kegiatannya. 
d. Lengkapi rancangan kegiatan dengan tujuan, hasil, cara/metode, waktu, dan pihak yang terlibat. 

IV. PENUTUP
Tujuan Study Visit adalah agar terjadi distribusi informasi dan pengalaman dari pihak yang sudah lebih mampu mengelola kelompok kerja dan mengimplementasikannya di sekolah. Hal ini bisa terlaksana jika rencana tindak dari hasil study visit dilaksanakan dengan baik dan semua pihak yang terkait memberikan dukungan yang diperlukan secara memadai.


LAMPIRAN-LAMPIRAN
LAMPIRAN 1: Sistematika Program Study Visit 
Halaman Sampul
Halaman sampul harus memuat judul, nama KKG atau MGMP, logo Kemdiknas, dan Instansi unsur terkait, dengan ketentuan:
a. Tulisan diketik dengan huruf kapital
b. Nama KKG atau MGMP ditulis lengkap
c. Logo Kemdiknas
d. Nama UPTK untuk KKG atau Nama Kabupaten untuk MGMP
e. Tahun

Halaman Pengesahan
Program study visit yang telah lengkap harus ditandatangani Ketua KKG atau MGMP, kemudian disahkan oleh Kepala Sekolah Inti dan unsur terkait. 
Halaman pengesahan program memuat:
a. Tanda tangan, nama ketua, NIP, dan stempel.
b. Diketahui Kepala Sekolah Inti dengan bukti tanda tangan, nama, NIP, dan stempel.
c. Diketahui Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kabupaten di Kecamatan untuk KKG atau Kepala Dinas Pendidikan
d. Kabupaten/Kota untuk MGMP dengan bukti tanda tangan, nama, NIP, dan stempel.

Kata Pengantar
Daftar Isi

1. Rasional Pelaksanaan Study Visit
Berisi tentang gambaran pelaksanaan kegiatan KKG atau MGMP yang bersangkutan (keberhasilan dan hambatan atau permasalahan yang dihadapi). Berdasarkan gambaran tersebut, dikemukakan alasan perlunya dilakukan study visit ke KKG atau MGMP lain yang diperkirakan memiliki kinerja lebih baik dalam rangka memperbaiki keterlaksanaan program di KKG atau MGMP yang bersangkutan.
2. Tujuan Study Visit
Tujuan study visit harus terkait dengan kegiatan di KKG atau MGMP dan dalam rangka menggali informasi secara langsung. Tujuan study visit dapat berhubungan dengan keterlaksanaan program BERMUTU di KKG atau MGMP atau implementasi hasil kegiatan di KKG atau MGMP.
3. Sasaran
Peserta study visit menetapkan sasaran yang akan dikunjungi dalam kegiatannya. Paling tidak ada dua sasaran yaitu: (1) KKG atau MGMP yang mendapatkan DBL dan diprediksi memiliki kinerja lebih baik; (2) Sekolah unggul berkategori SSN/RSBI/SBI dan bergabung dengan KKG atau MGMP yang telah dikunjungi pada nomor (1). 
4. Materi
Materi ini mengungkap informasi pada semua aktivitas dalam pelaksanaan study visit. Materi study visit ke KKG atau MGMP dapat berhubungan dengan keterlaksanaan program BERMUTU di KKG atau MGMP atau implementasi hasil kegiatan di KKG atau MGMP.
4. Output
Output dijabarkan sesuai tujuan study visit. Output inilah yang dapat dijadikan indikator pelaksanaan study visit.
5. Waktu
Waktu menunjukkan kapan dan berapa lama study visit akan dilaksanakan. Jika perlu dibuat Jadwal kegiatan yang disusun dengan merinci tujuan, output yang diinginkan, serta sasaran yang akan dikunjungi secara terurut. Penjadwalan secara rinci dapat dibuat terpisah sesuai keperluan. Waktu pelaksanaan study visit ini harus memberikan gambaran pelaksanaan kegiatan study visit yang akan dilakukan kepada peserta, unsur yang akan dikunjungi, serta pihak terkait.
6. Pembiayaan
Biaya study visit bersumber dari dana yang teralokasi dalam DBL yang telah diterima KKG atau MGMP yang bersangkutan. Rincian biaya yang diperlukan dapat dibuat secara terpisah sesuai keperluan.
7. Mekanisme
Bagian ini berisi tentang langkah-langkah pelaksanaan study visit mulai dari perencanaan dan pelaksanaan study visit. Perencanaan Program harus mencakup: tujuan, sasaran, waktu pelaksanaan, pemberitahuan baik ke Dinas Pendidikan maupun ke KKG/MGMP/SD/SMP yang akan dikunjungi serta penyiapan kisi-kisi dan instrument yang diperlukan.
Pelaksanaan study visit dilakukan di dua lokasi, yaitu kunjungan ke KKG atau MGMP dan kunjungan ke SD atau SMP unggul. Sebagai wujud dari hasil pelaksanaan study visit, diharuskan menyusun laporan kegiatan, laporan hasil study visit harus mencakup: latar belakang, tujuan, sasaran, materi, output, pelaksanaan kunjungan, hasil kunjungan, kesimpulan, dan saran serta menyampaikan ringkasan (abstrak) laporan hasil study visit untuk dimuat dalam journal atau media lain.

8. Tata Tertib Study Visit
Tata tertib untuk peserta disusun mencakup persiapan, pelaksanaan, dan tidak lanjut. Persiapan terkait dengan pemberitahuan ke unsur terkait dalam study visit, menyusun jadwal kegiatan, dan mempersiapkan peralatan yang diperlukan dalam study visit. Tata tertib pelaksanaan study visit mencakup: (1) pelaksanaan study visit sesuai jadwal yang telah disusun; (2) keharusan menggunakan instrumen yang telah dipersiapkan untuk menjaring data pada study visit; (3) keharusan menggali informasi yang lengkap dari KKG atau MGMP dan SD atau SMP yang dikunjungi; (4) mencatat semua informasi yang diperoleh melalui study visit; (5) mengumpulkan dokumen yang diperlukan sebagai kelengkapan study visit. Sedangkan tata tertib tindak lanjut mencakup: (1) pengolahan hasil study visit dan menyusun laporannya sesuai rambu-rambu; (2) memperbaiki program serta pelaksanaan kegiatan di KKG atau MGMP; dan (3) memperbaiki pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, sebagai implementasi hasil study visit.


Lampiran 2: Contoh PROGRAM STUDY VISIT

A. Rasional Pelaksanaan Study Visit
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 20 ayat b mengamanatkan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 
Untuk melaksanakan pesan undang-undang tersebut, KKG Kuntum Mekar, telah melaksanakan kegiatan belajar dengan menggunakan paket belajar Program BERMUTU. KKG Kuntum Mekar beranggotakan 8 SD , untuk KKG IPA masing-masing terdiri atas 8 guru kelas 4, kelas 5, dan kleas 6. Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran program BERMUTU, KKG Kuntum Mekar menggunakan fasilitas di SD Inti. 
Setelah enam kali pertemuan membahas BBM PTK, guru peserta belajar masih mendapat kesulitan untuk mengembangkan proposal Penelitian Tindakan Kelas dan menerapkan pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Di lain pihak, ada KKG di Gugus Maju Pesat berhasil membelajarkan guru anggotanya membuat proposal PTK dan mengimplementasikan model pembelajaran inovatif di sekolah anggotanya.
Untuk memotivasi guru-guru anggota KKG Kuntum Mekar, kami pengurus merencanakan untuk melakukan study visit ke KKG yang telah berhasil itu. 
. 
B. Tujuan Study Visit
Study visit ini dilaksanakan dengan tujuan untuk:
1. memperoleh gambaran pelaksanaan belajar di KKG Maju Pesat;
2. memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang membuat KKG Maju Pesat berhasil membelajarkan anggotanya membuat proposal PTK dan mengimplementasikan model pembelajaran inovatif di sekolah anggotanya;
3. memperoleh informasi fasilitas belajar yang tersedia di KKG Maju Pesat;
4. memperoleh gambaran pelaksanaan PAKEM di SD Mekar Sari

C. Sasaran
YANG MELAKUKAN KUNJUNGAN (VISITASI) SASARAN KETERANGAN
Anggota KKG Kuntum Mekar 1. KKG Maju Pesat di desa Cibeureum Yang mendapatkan DBL dan memiliki keunggulan dalam kelengkapan sumber belajar, pemandu memiliki pengalaman praktis dalam membelajarkan teman sejawat
2. SD Mekar Sari SD yang memiliki keunggulan dalam menerapkan PAKEM

D. Materi
1. Hasil Pelaksanaan program BERMUTU di KKG Maju Pesat.
2. Implementasi hasil kegiatan KKG di SD Mekar Sari

E. Output

1. Informasi tentang keberhasilan pembelajaran di KKG Maju Pesat dalam membelajarkan anggotanya sehingga berhasil membuat proposal PTK
2. Informasi tentang proses pembelajaran di KKG Maju Pesat
3. Informasi tentang sumber belajar yang digunakan
4. Contoh proposal PTK yang dibuat guru anggota KKG Maju pesat
5. Contoh perangkat pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran inovatif (menerapkan PAKEM)

G. Waktu
Kegiatan study visit ke KKG Maju Pesat akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2010 jam 08.00 s.d 11.00 ; sedangkan kunjungan ke SD Mekar Sari akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2010 pada pukul 07.30 s.d 10.00.

H.Pembiayaan 
Pembiayaan study visit berasal dari anggaran yang dialokasikan dari DBL

I. Prosedur Kegiatan
1. Menyusun Panduan kunjungan; 
2. Pemberitahuan ke Dinas Pendidikan dan KKG Maju Pesat serta SD Mekar Sari 
3. Pemberian Penjelasan kepada anggota KKG Kuntum Mekar mengenai study vist ke KKG Maju Pesat dan SD Mekar Sari
4. Pelaksanaan Sudy Visit.
5. Analiisis data hasil kunjungan
6. Penyusunan Laporan

J. Alur Kegiatan Untuk Peserta
a. Persiapan
• Pelajari panduan kegiatan study visit
• Pelajari instrumen yang akan digunakan pada waktu observasi KKG dan Pembelajaran di SD
• Buat catatan tambahan hal-hal yang ingin ditanyakan lebih lanjut
• Bawalah alat perekam atau kamera jika diperlukan

b. Pelaksanaan

• Lakukan kegiatan sesuai panduan
• Lakukan observasi dengan menggunakan instrumen observasi yang telah disiapkan
• Lakukan wawancara dengan instrumen Panduan wawancara yang telah disiapkan.
• Carilahi informasi yang lengkap dari KKG dan SD yang dikunjungi.
• Catat semua informasi yang diperoleh melalui catatan study visit.
• Kumpulkan dokumen yang diperlukan sebagai kelengkapan study visit.



c. Tindak lanjut

• Mengolah hasil study visit dan menyusun laporannya sesuai rambu-rambu.
• Melakukan perbaikan program serta pelaksanaan kegiatan di KKG atau MGMP.
• Melakukan perbaikan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, sebagai implementasi hasil study visit.


Lampiran 3: Contoh Instrumen Study Visit KKG Kuntum Mekar
Lampiran 3a : Panduan Observasi Pembelajaran di KKG

PANDUAN OBSERVASI
DI KKG

Tujuan Observasi :
• Mengidentifikasi pelaksanaan pembelajaran guru di KKG yang dikunjungi
• Mengidentifikasi fasilitas dan sumber belajar yang diguinakan di KKG yang dikunjungi
• Mengidentifikasi karakteristik PAKEM
• Menemukan aspek-aspek/faktor-faktor yang mendukung keberhasilan belajar peserta di KKG

Data yang harus diperoleh dari KKG
Program Kerja
• Dokumen program KKG
• Rincian dan langkah-langkah Pelaksanaan Program kerja
• Rincian hasil pelaksanaan Program kerja
Data yang harus diperoleh dari SD Mekar Sari
• Model-model pembelajaran yang diterapkan di kelas awal
• Model-model pembelajaran IPA yang diterapkan di kelas tinggi
• Inovasi yang telah dilakukan
• Hasil pembelajaran yang diperoleh
• Prestasi siswa yang telah diraih
• Produk-produk pembelajaran yang telah dihasilkan


Contoh instrumen observasi kegiatan belajar di KKG
CATATAN LAPANGAN
OBSERVASI KEGIATAN BELAJAR DI KKG
Nama KKG : ...................................
Topik yang dibahas: .....................................
Jumlah peserta : .....................................
Hari/Tgl : ....................................

Langkah-langkah pembelajaran Kegiatan Pemandu Kegiatan Peserta Sumber belajar yang digunakan



PENGELOLA BLOG INI

Benny Arifin Tiro
Arifin T., S.Pd.
Admin
Anni Hidayati Sanggala,S.Pd.
Co. Admin 1

Kasmirah, S.Pd.
Co. Admin 2
E-Mail : sditellobaru@gmail.com
SMS Gratis ke Operator GSM & CDMA di Indonesia